PH DAN KADAR O2 PADA AIR MINUM ISI ULANG DAN AIR MINUM KEMASAN

Posted: Oktober 15, 2010 in data tugas

PH DAN KADAR O2

PADA AIR MINUM ISI ULANG

DAN AIR MINUM KEMASAN

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi, jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air.

Air merupakan komponen yang sangat berlimpah di alam dan meliputi tiga per empat permukaan bumi. Berbagai manfaat penting air di dalam tubuh adalah :

  • Air merupakan pelarut optimum untuk mengedarkan berbagai substansi di dalam tubuh
  • Membantu tubuh menyerap berbagai komponen yang penting
  • Meningkatkan fungsi ginjal dan pembuangan urin
  • Meningkatkan stimulasi dan mengatur kekebalan tubuh yang berlokasi di usus
  • Meningkatkan metabolisme
  • Mengoptimalkan fungsi aliran darah
  • Membuang racun dan garam dari dalam tubuh

Air yang murni sangat sempurna untuk proses detoksifikasi dan membantu membersihkan semua sel, organ dan cairan tubuh karena dapat membawa berbagai substansi berbahaya keluar dari tubuh kita. Air yang murni merupakan pelindung alami dari berbagai infeksi seperti influenza, pneumonia, campak dan penyakit infeksi lainnya. Sebaliknya jika tubuh kekurangan air, sel akan menjadi kering, kisut sehingga mudah terkena infeksi.

Jadi pada prinsipnya air sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, terutama untuk metabolisme. Pada makalah ini akan membahas tentang pH dan kadar oksigen yang dimiliki oleh air minum yang biasa kita konsumsi dari berbagai merek terkenal dan dari air isi ulang yang juga biasa kita konsumsi sehari-hari. Sehingga dengan mengadakan praktek tersebut dan pembuatan makalah ini, kita dapat mengetahui air minum yang bermerek atau tempat isi ulang yang mana memiliki sumber air minum yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh kita.
1.2. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang ada dalam kegiatan ini adalah air mineral yang mana yang baik yang dikonsumsi.

 

1.3. Tujuan Dan Manfaat

Adapun tujuan dana manfaat dari praktek dan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui pH dan kadar oksigen yang terdapat pada masing-masing air mineral tersebut dan perbandingannya. Serta air mineral yang mana yang baik untuk dikonsumsi.

 

BAB II

HASIL PENGAMATAN

2.1. Alat Dan Bahan

2.1.1. Alat

Adapun alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Buret
  2. Erlenmeyer 250 ml (2 Buah)
  3. Botol BOD 250 ml (1 Buah)
  4. Gelas ukur 100 ml (1 Buah)
  5. Pipit volumetrik 2 ml (2 Buah)
  6. Karet Penghisap (3 Buah)
  7. Pipet Tetes
  8. Gelas Kimia
  9. pH Meter

 

2.1.2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Air Mineral (Ades)
  2. Air Isi Ulang (Depot Amanah)
  3. Larutan Soduim Thiosulfat
  4. Larutan MnSO4
  5. Larutan KOH – KI
  6. Asam Sulfat Pekat
  7. Larutan Kanji Sebagai Indikator

 

2.1. Cara Kerja

Cara kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Ukuranlah pH dari air mineral (Ades) dan air isi ulang (depot Amanah)
  2. Sebelum melakukan titrasi, terlebih dahulu kita mencuci buret, yaitu :
    1. Masukan aquades dalam keadaan kran tertutup, lalu tahan aquades sebentar lalu buang aquades dari buret dengan membuka kran dan lakukan hingga 3kali.
    2. Kemudian bilas dengan Sodium Thiosulfat sebanyak satu kali, tetapi sebelumnya kran dalam keadaan tertutup, lalu buka kran Sodium Thiosulfat dapat keluat dari kran.
    3. Masukan lagi Soduim Thiosulfat pada buret, tetapi pada proses ini Sodium Thiosulfat tidak dibuang karena larutan tersebut akan digunakan untuk proses titrasi.
  3. Isi botol BOD 250 ml dengan air yang akan diukur kandungan  oksigennya, jangan ada gelumbang udara sewaktu memasukkan air.
  4. Tambahkan 2 ml Larutan MnSO4 dengan pipet volumetri, lalu tambahkan 2 ml Larutan KOH – KI dengan pipet lain.
  5. Tutup dan “kocok” botolnya, jangan ada gelembung udara. Biarkan hingga mengendap dan air menjadi bening kembali.
  6. Setelah mengendap, tambahkan 2 ml Asam Sulfat Pekat dengna pipet volumetrik (hati-hati, asam sulfat adalah asam keras). Tutup dan “kocok” botolnya, sampai larutan berubah warna menjadi kuning tua.
  7. Ambil 100 ml larutan tersebut yang telah berwarna kuning tua, masukan ke erlenmeyer 250 ml.
  8. Titrasi dengan Sodium Thiosulfat hingga warnanya menjadi kuning mudah atau kuning jerami. Catatan volume Sodium Thiosulfat yang digunakan.
  9. Tambahkan larutan kanji sebagai indikator dengan menggunakan pipet tetes sebanyak lima tetes. Larutan akan berubah warna menjadi biru tua.

10.  Lakukan titrasi lagi hingga larutan berubah warna dari biru tua menjadi bening. Dan hitung volume titrasi yang digunakan.

11.  Minimal melakukan 2 kali titrasi 100 ml dan ambil rata-ratanya.

12.  Untuk menghitung kadar oksigen terlarutnya (dalam ppm) = 2 x volume thiosulfat (dalam ml).

 

2.3. Hasil Pengamatan

1. pH

Merek Air Mineral pH
Ades 6,11
Depot Amanah 5,39

 

2. Volume Titrasi Ketika Amilum Belum Ditambahkan

Ades   Depot Amanah
Percobaan Volume Titrasi   Percobaan Volume Titrasi
I 7,9 ml   I 6,44 ml
II 7,4 ml   II 6,48 ml

 

3. Volume Titrasi Ketika Amilum Sudah Ditambahkan

Ades   Depot Amanah
Percobaan Volume Titrasi   Percobaan Volume Titrasi
I 3,42 ml   I 5,84 ml
II 2,4 ml   II 5,835 ml

 

2.4. Analisa Data

1. Rata – Rata Volume Titrasi

(Diambil dari volme titrasi yang terakhir)

Rata-rata  Titrasi Air mineral Ades =

Rata-rata  Titrasi Air mineral (Depot Amanah) =

2. Kadar Oksigen

Kadar Oksigen Air Mineral Ades =

Kadar Oksigen Air Mineral Depot Amanah =

 

2.5. Seluruh Hasil Pengamatan

Kelompok Merek Air Meneral pH Volume Rata-rata (ml) Kadar DO (ppm)
1 Alfa One 5,915 5,645 10,29
  Depot Rusli 5,6 5,74 11,48
2 Ades 6,11 2,91 5,82
  Depot Amanah 5,39 5,84 11,68
3 Nestle 6,42 4,3 8,6
  Depot Asneti 5,64 5,91 11,82
4 Aira 5,99 3,74 7,48
  Depot Selamet 5,85 3,59 7,18
5 Aqua 6,47 5,44 10,88
  Depot KArunia Ilahi 5,20 4,6 9,2
6 Club 5,79 6,62 13,24
  Depot Oxy 5,17 7,2 14,4

 

BAB III

PEMBAHASAN

3.1. pH Air Minum

3.1.1. pH Air Minum Yang Baik Bagi Kesehatan

pH adalah satu metode untuk mengukur kandungan asam / basa(alkali) nilai zat tertentu, Nilai pada angka 7 adalah netral. pH Tubuh manusia adalah 7, Banyak ahli Kesehatan mengatakan bahwa tubuh yang ber Alkali dapat mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk sel-sel kanker, yang dapat terbentuk dengan mudah dalam tubuh yang bersifat Asam.

Sebab salah satu fungsi air adalah mendorong keluar racun dari dalam tubuh, sehingga dari Departemen Kesehatan merekomendasikan untuk pH air yang dikonsumsi adalah berkisar antara 6,5 – 8,5, Jika kita minum air dengan pH di bawah 6,5 itu adalah air yang sifatnya asam, dan hal itu adalah sangat kurang baik bagi tubuh kita.

Beberapa gajala yang biasanya terjadi jika darah kita bersifat Asam :

- Gangguan pencernaan

- Rendahnya Energy – Mudah capai

- Sakit serta rasa sakit pada sendi

 

3.1.2.  Perbandingan pH Air Minum Dari Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian ternyata pH air minum isi ulang yang didapat adalah dibawah pH air minum yang dianjurkan buat kesehatan kita. pH yang didapat dari hasil penelitian dari air minum isi ulang adalah asam atau di bawah standar air minum yang sehat yaitu di bawah 6,5. Pada air minum isi ulang rata-rata memiliki adalah sebagai berikut ;

Depot pH
Rusli

Amanah

Asneti

Selamet

Karunia Ilahi

Oxy

5,6

5,39

5,64

5,85

5,20

5,17

 

 

Sedangkan untuk air minum kemasan pH yang dimiliki masih di bawah 6,5, tetapi ada pH yang mendekati 6,5 yaitu air minum bermerek Ades dengan pH

6,11, Nestle dengan pH 6,42 dan Aqua dengan pH 6,47. Pada air minum bermerek Alfa One, Aira dan Club di bawah pH 6 atau mendekati pH 6.

 

3.2. Kadar Oksigen Air Minum

3.2.1. Oksigen

Oksigen merupakan unsur gas dengan symbol O. Gas ini tidak berwarna dan tidak mempunyai rasa. Di dalam tubuh, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Oksigen diperlukan oleh sel untuk mengubah glukosa menjadi energi. Selanjutnya energi inilah yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas seperti aktifitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh dan penghancuran bebarapa racun sisa metabolisme.Kekurangan oksigen menyebabkan metabolisme tidak berlangsung sempurna. Akibatnya tubuh terasa lelah, pegal-pegal, mengantuk, kekabalan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit.

 

3.2.2. DO (Dissolved Oxygen) Atau Kadar Oksigen

DO atau kadar oksigen terlarut menyatakan kandungan oksigen di dalam air. Kemampuan air dalam melarutkan oksigen sangat tergantung pada suhu air, tekanan gas oksigen dan kemurnian air.

Oksigen dapat larut dalam air. Molekul-molekul oksigen menempati ruang di antara molekul air. Kandungan oksigen di dalam air dipengaruhi berbagai faktor seperti suhu, tekanan dan jumlah zat yang terlarut di dalam air.

  • Semakin rendah suhu air, kandungan oksigen yang terkandung semakin besar. Itulah sebabnya kita merasa lebih segar jika minum air dingin.
  • Tekanan yang besar dapat memaksa lebih banyak molekul oksigen masuk ke dalam ruang di antara molekul air.
  • Kemurnian air juga mempengaruhi kelarutan oksigen. Air yang murni memungkinkan oksigen terlarut lebih banyak.

Umumnya air mengandung 4-6 ppm oksigen, air pegunungan dapat mengandung sampai 8 ppm oksigen. Dengan kemajuan teknologi Jerman sekarang ini memungkinkan untuk meningkatkan kandungan oksigen di air sampai dengan 80 ppm.

3.2.2. Manfaat Air Minum BerOksigen

AirOx telah diteliti oleh LPPM IPB (Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Institut Pertanian Bogor). Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh AirOx terhadap bakteri probiotik. Penelitian ini membuktikan AirOx tidak mengganggu bakteri probiotik. Sebaliknya, secara in vitro dalam waktu 24 jam, AirOx meningkatkan jumlahnya menjadi 1000 kali lebih banyak dari pada air minum biasa.

Probiotik adalah bakteri yang hidup di usus manusia dan bermanfaat bagi kesehatan manusia. Bakteri probiotik aktif dalam memerangi bakteri pathogen (bakteri yang menyebabkan penyakit) yang ada di saluran pencernaan sehingga tubuh menjadi tidak mudah sakit.

Beberapa jenis bakteri probiotik menghasilkan bakteriosin, yaitu zat yang merusak dinding sel bakteri pathogen, sementara bakteri probiotik lainnya menghasilkan asam-asam organik (seperti asam laktat) yang menghambat pertumbuhan bakteri pathogen.

Secara umum, bakteri probiotik mempunyai manfaat seperti:

  • Membantu menjaga keseimbangan mikroba di dalam usus
  • Menghambat pertumbuhan bakteri pathogen
  • Anti-diare
  • Menstimulasi kekebalan tubuh
  • Menurunkan kolesterol dan tekanan darah

 

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

4.2. Saran

Daftar Pustaka

Anonim. AirOx, (Online), http://www.airoxindonesia.com/medicalinfo.php (diakses 29 Desember 2009)

 

Anomin. Air, (Online), http://id.wikipedia.org/wiki/Air (Diakses 29 Desember 2009)

 

Tanck, Roy dan Theater, jide. Tentang Air pH Air Minum RO, TDS, Rasa Pahit air yang kita minum & Efek bagi tubuh, (Online), http://www.victoria-ro.com/tentang_air.php?id=12 (Diakses 29 Desember 2009)

 

 

 

About these ads
Komentar
  1. juwilda mengatakan:

    mngkin itu bkn air oxy asli.. soalnya itu nama depot tempat pengisian air mineral sama kyk OXY…. jadi gak tau emang oxy p bkn,,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s