Pengaturan Kecepatan Pernapasan (Sistem Pertukaran Gas)

Posted: Oktober 23, 2010 in data tugas

Pengaturan Kecepatan Pernapasan

(Sistem Pertukaran Gas)


  1. A. Tujuan

Tujuan dari percobaan ini agar mahasiswa dapat mengetahui cara menghitung kecepatan bernapas (napas).

 

 

B. Landasan Teori

a.    Bernafas

Bernapas merupakan proses mengambil atau menghirup udara dengan alat-alat pernapasan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan bernapas adalah :

1.   Usia
Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak, diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas.

2.   Suhu

Sebagai respon terhadap panas, pembuluh darah perifer akan berdilatasi, sehingga darah akan mengalir ke kulit. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer, akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.

3. Gaya Hidup

Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung, demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru.

4. Status Kesehatan

Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia, karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel.

5. Narkotika

Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik, perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan.

6. Jenis kelamin

Belalang betina dan belalang jantan memiliki kecepatan respirasi yang berbeda.

7. Ketinggian

Ketinggian mempengaruhi pernapasan. Makin tinggi daratan, makin rendah O2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup belalang. Sebagai akibatnya belalang pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan yang meningkat, juga kedalaman pernapasan yang meningkat.

8. Polusi udara

Dengan adanya polusi udara, kecepatan pernapasan kita terganggu. Bernapas menjadi lebih menyesakkan sehingga kecepatan pernapasan menurun, jumlah oksigen yang dihisap menurun, kita pun menjadi lemas.

  1. Denyut

Denyut merupakan pemeriksaan pada pembuluh nadi atau arteri. Ukuran kecepatannya diukur pada beberapa titik denyut misalnya denyut arteri radialis pada pergelangan tangan, arteri brachialis pada lengan atas, arteri karotis pada leher, arteri poplitea pada belakang lutut, arteri dorsalis pedis atau arteri tibialis posterior pada kaki. Pemeriksaan denyut dapat dilakukan dengan bantuan stetoskop.Secara umum denyut nadi maksimum orang sehat saat berolah raga adalah 80% x (220-usia) untuk kebutuhan fitness.Lebih akurat, Sally Edward memberikan rumusan perhitungan denyut nadi maksimum 210-(0,5xumur)-(0,05xberat badan(dalam pound))+4 untuk pria, sedangkan untuk wanita adalah 210-(0,5xumur)-(0,05xberat badan(dalam pound)). Catatan: 1 kg = 2,2 pound.Dalam olahraga, diberikan 3 (tiga) tingkatan kebutuhan:1. Untuk sehat: 50-70% denyut nadi maksimum2. Untuk kebugaran (fitness): 70-80% denyut nadi maksimum3. Untuk atlit (performance): 80-100% denyut nadi maksimum. Denyut jantung yang normal yakni 60-100 kali setiap menit, sedang denyut jantung lambat kurang dari 60 kali per menit dan yang cepat lebih dari 100 kali per menit,” katanya.

Faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut jantung:
1. jenis kelamin
2. jenis aktifitas
3. usia
4. berat badan
5. keadaan emosi atau psikis

  1. Denyut Jantung

Jantung merupakan salah satu organ tubuh kita yang “tidak bisa” kita kendalikan, berdetak sejak sebelum kita lahir. Seringkali merupakan cerminan suasana hati, lebih cepat saat cemas, atau saat sangat bahagia. Denyut jantung juga merupakan gambaran kebugaran kita. Saat kita bergerak, otot yang bekerja memerlukan pasokan oksigen untuk mengolah energi yang didapat dari makanan. Udara yang dihirup oleh paru, dihantarkan darah menuju jantung, kemudian oleh jantung dipompakan keseluruh tubuh, terutama pada otot yang bekerja.Otot, terutama anggota gerak tubuh, bisa kita kendalikan. Makin banyak otot yang bekerja, makin banyak kebutuhan oksigen, makin besar kekerapan denyut jantungkita perlukan. Jadi, secara tak langsung kita dapat mengendalikan denyut jantung. Sisi baiknya, selain dipergunakan untuk petanda kebugaran, denyut nadi bisa menjadi panduan dosis olahraga.Bagaimana menghitung denyut jantung?Tak perlu stetoskop untuk mengukur denyut jantung, cukup kita hitung denyut nadi pada pergelangan tangan atau arteri di leher, menggunakan jari tangan, dibantu detikan pada arloji kita.Menghitung nadi pergelangan tangan dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada sisi luar tangan, arah terletak ibu jari. Cari urat pergelangan tangan, kemudian geser sedikit ke arah luar (seperti foto ilustrasi). Tekan ringan, karena bila terlalu kuat akan menghentikan aliran darah, sehingga denyut tak teraba.

  1. Denyut Nadi

Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah didalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut ini dapat dirasakan dengan palpasi yaitu dengan menggunakan ujung jari tangan disepanjang jalannya pembuluh darah arteri, terutama pada tempat- tempat tonjolan tulang dengan sedikit menekan diatas pembuluh darah arteri. Pada umumnya ada 9 tempat untuk merasakan denyut nadi yaitu temporalis, karotid, apikal, brankialis, femoralis, radialis, poplitea, dorsalis pedis dan tibialis posterior, namun yang paling sering dilakukan yaitu :.

v Arteri radialis

Terletak sepanjang tulang radialis, lebih mudah teraba diatas pergelangan tangan pada sisi ibu jari. Relatif mudah dan sering dipakai secara rutin2.

v Arteri Brankialis

Terletak di dalam otot biceps dari lengan atau medial di lipatan siku (fossa antekubital). Digunakan untuk mengukur tekanan darah dan kasus cardiac arrest pada infant3.

v Arteri Karotid

Terletak dileher dibawah lobus telinga, dimana terdapat arteri karotid berjalan diantara trakea dan otot sternokleidomastoideus. Sering digunakan untuk bayi, kasus cardiac arrest dan untuk memantau sirkulasi darah ke otakFrekuensi denyut nadi manusia bervariasi, tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhinya, pada saat aktifitas normal :

  1. Berapa kali permenit denyut nadi kita?

Denyut nadi bukanlah suatu nilai yang terpatok, ukurannya merupakan range, terendah saat istirahat, tertinggi saat kita bekerja paling keras. Nadi terendahmerupakan denyut nadi saat bangun tidur, belum melakukan aktivitas. Denyut nadi tertinggi diperoleh dengan jentera lari atau sepeda dengan pengawasan dokter. Namun, kita bisa memperoleh denyut nadi maksimal prediksi, yaitu dengan menggunakan perhitungan: 220 – umur. Nilai prediksi ini merupakan rujukan untuk 100%. Untuk seseorang berusia 40 tahun, maka nilai prediksi maksimalnya: 220 – 40= 180 kali per menit.

  1. Untuk apa prediksi denyut nadi maksimal ?

Nilai dipergunakan untuk membuat zona latihan, yang kemudian dibagi dalam zona: Denyut nadi maksimal Zona latihan 50 – 60 % aktivitas, sedang 60 – 70 % zona untuk mengatur berat badan, 70-80% wilayah aerobik, 80 – 100% zona kompetitif.

  1. C. Alat Dan Bahan
  2. Kertas, Alat-alat tulis
    1. Jam tangan atau jam dinding yang mempunyai petunjuk “detik” atau “stopwatch”.
  1. D. Cara Kerja

a). Kegiatan harus dilakukan oleh dua orang secara berpasangan

b).  Salah seorang pasangan dari pasangan harus menghitung jumlah napas yang diambil permenit. Sedangkan teman lainnya berperan sebagai subjek percobaan (Eksperimen).

c). Hitunglah frekuensinapas per menit dalam keadaan tubuh santai (istirahat), setelah berlari-lari kecil (kurang lebih 4 menit) dan setelaah naik turun tangga selama 2-3 menit. Dalam waktu yang bersamaan anggota yang lain dalam tim menghitung frekuensi denyut nadi.

d). Setiap anggota dari tim harus melakukan percobaan ini bergantian sebagai subjek percobaan.

e). Hasil pengamatan percobaan harus dicatat dengan teliti dan lengkap.

f). Dalam menentukan kecepatan napas, pasangan saudara harus menghitung jumlah berapa kali kamu menarik napas permenit. Ulangi menghitung atau lebih percobaan dan buatlah rata-ratanya.

g). Buatlah table yang mencerminkan data hasil pengamatn

  1. Masalah

a). Apakah perbedaan frekuensi napas dan frekuensi denyut nadi pada berbagai kondisi tubuh? Apakah kesimpulan saudara?

b). Bagaimana hubungan antara frekuensi napas dengan frekuensi denyut naddi?

c). Apabila saudar disuruh mengukur perbandingan kecepatan napas anatar seorang olahragawan dengan soeorang yang bukan olahragawan. Kemudian jika ternyata ada perbedaan, hal apakah yang menyebabkan perbedaan tersebut terjadi?

d). Jika kita mencoba menahan napas, dalam beberapa saat keinginan untuk menarik napas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Mengapa hal ini terjadi?

  1. F. Hasil Penelitian
    1. Frekuensi Denyut Nadi (Per Menit)
No Subjek Kategori Kegiatan
Santai (x/menit) Lari-lari kecil (4mnt) (x/menit) Turun Naik Tangga (2-3mnt) (x/menit)
1 Rani Pranita 82 95 106
2 Juwilda 70 80 109
3 Amelia A 67 106 110
4 Dely Citra 80 118 122
5 Deika T 78 103 112
Rata-rata 75.4 100,4 111,8

b.Frekuensi Napas (Per menit)

No Subjek Kategori Kegiatan
Santai(x//menit) Lari-lari kecil (4mnt) (x/menit) Turun Naik Tangga (2-3mnt) (x/menit)
1 Rani Pranita 25 40 53
2 Juwilda 23 38 49
3 Amelia A 22 41 48
4 Dely Citra 24 43 52
5 Deika T 23 39 48
Rata-rata 23,4 43,8 57,2
  1. G. Pembahasan

Dari percobaan yang dilakukan menjelaskan bahwa terjadi perbedaan anatar frekuensi denyut nadi dan bernapas. Perbedaan tersebut dapat kita lihat dari diagram di atas. Tampak kita lihat bahwa semakin banyak aktivitas tubuh yang dilakukan semakin meningkat frekuensi bernafas dan denyut nadi yang terjadi.

Pada rata-rata frekuensi denyut nadi terjadi peningkatan yaitu dalam keadaan santai denyut nadi terjadi 75,4x/menit Keadaan tersebut merupakan keadaan denyut nadi normal yaitu 60-100x/menit. Setelah melakukan kegiatan lari-lari kecil selama 4 menit, rata-rata denyut nadi meningkat menjadi 100,4x/menit. Kemudian setelah melakukan kegiatan turun naek tangga selama 2-3 menit, keadaan frekuensi denyut nadi meningkat menjadi 111,8x/menit. Terlihat peningkatan frekuensi dari sebelum melakukan kegiatan dan setelah melalukan kegiatan ringan dan berat.

Begitu juga pada frekuensi bernafas, semakin banyak aktivitas tubuh semakin tinggi frekuensi denyut nadi. Dari percobaan di dapat hasil yang bertingkat setiap kegiatan yang berbeda yaitu 23,4x/menit dalam kedaan santai, 43,8x/menit setelah melakukan lari-lari kecil selama 4 menit dan 57,2x/menit setelah naik turun tangga selama 2-3menit.

Jadi dapat dilihat hubungan dari peningkatan frekuensi nafas dan frekuensi denyut nadi bahwa semakin banyak aktivitas tubuh maka semakin meningkat frekuensi denyut nadi dan frekuensi bernafas.

Pada percobaan ini, objek yang melakukan kegiatan merupakan olahragawan atau objek yang melakukan kegiatan biasa. Frekuensi denyut nadi dan frekuensi bernafas setelah melakukan kegiatan berat berbeda dengan olaragawan. Karena olahragawan terlatih melakukan kegiatan berat seperti lari-lari kecil dan turun naik tangga. Kemungkinan kegiatan yang dilakukan menghasilkan frekuensi denyut nadi dan bernafas yang mendekati normal dibandingkan bukan olaragawan.

Kegiatan bernafas dan denyut nadi merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh tubuh kita. Jika kita tidak melakukan pernafasan maka organ tubuh akan mengalami gangguan. Sehingga kegiatan bernafas tidak boleh ditunda atau dihentikan. Ketika kita mencoba menahan napas, maka akan terjadi kegiatan reflex untuk melakukan kegiatan bernafas.

  1. Kesimpulan

Hubungan dari peningkatan frekuensi nafas dan frekuensi denyut nadi bahwa semakin banyak aktivitas tubuh maka semakin meningkat frekuensi denyut nadi dan frekuensi bernafas.

Selain itu, juga terjadi perbedaan antara frekuensi denyut nadi dan nafas antara olahragawan dengan bukan olahragawan. Dan kegiatan bernafas itu merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh tubuh kita, karena jika kita melakukan bernafas selang beberapa menit, maka akan terjadi gangguan pada organ kita.

  1. Daftar Pustaka

Anonim. 2009. Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan ( akses : http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/faktor-yang-mempengaruhi-kecepatan.html 15/10/2010)

Anonim. 2010. Proses Respirasi Dan Termoregulasi (akses : http://imamabror.wordpress.com/2010/03/24/proses-respirasi-dan-termoregulasi/#comment-39 15/10/2010)

Oryza, Sativa. 2010. Bagaimana Tubuh Melakukan  Regulasi (akses : http://oryza-sativa135rsh.blogspot.com/2010/02/bagaimana-tubuh-melakukan-regulasi.html, 15/10/2010)

Slamet, Adeng dan M.Tibrani. 2010. Penuntun Praktikum Fisiologi Hewan. Indralaya ; UNSRI.

About these ads
Komentar
  1. juwilda mengatakan:

    sama2 smoga bermanfaat…. :) (saling berbagi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s